Puundoho, 14 Mei 2026 – Semangat gotong royong masih menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Desa Puundoho. Hari ini, suasana di sekitar lokasi pembangunan masjid desa tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga berkumpul, bukan untuk perayaan, melainkan untuk bekerja bakti melakukan pengecoran plat lantai atap masjid.
Kegiatan ini menjadi momentum penting sekaligus mengharukan,
mengingat seluruh biaya pembangunan masjid ini murni berasal dari swadaya
masyarakat—baik warga yang menetap di desa maupun para perantau.
Sinergi Tanpa Sekat
Sejak pagi buta, warga dari berbagai kalangan usia, mulai
dari pemuda hingga orang tua, sudah berbagi tugas. Ada yang bertugas mengaduk
semen, mengangkut material, hingga bagian penyelesaian di atas bangunan.
Tidak hanya bapak-bapak, para ibu di Desa Puundoho pun turut
ambil bagian dengan menyiapkan konsumsi secara sukarela. Aroma masakan dari
dapur umum darurat menambah hangat suasana kekeluargaan di lokasi pembangunan.
Membangun dengan Kemandirian (Swadaya)
Pembangunan masjid ini merupakan simbol kemandirian warga
Desa Puundoho. Tanpa menunggu bantuan penuh dari pihak luar, masyarakat sepakat
untuk menyisihkan sebagian rezeki mereka demi terwujudnya rumah ibadah yang
layak dan representatif.
"Pengecoran hari ini adalah bukti bahwa jika kita
bersatu, hal yang berat akan terasa ringan. Biaya yang terkumpul murni dari
kocek warga, ini adalah tabungan akhirat kita semua," ujar salah satu
tokoh masyarakat di sela-sela kegiatan.
Harapan Kedepan
Dengan selesainya pengecoran plat lantai atap ini,
diharapkan progres pembangunan masjid dapat segera masuk ke tahap selanjutnya.
Pemerintah Desa Puundoho juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
seluruh warga yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun materi.
Kegiatan ini bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun ikatan batin dan memperkuat silaturahmi antarwarga agar tetap solid dan harmonis.
Penulis: Admin Desa Puundoho







0 komentar:
Posting Komentar